Minggu, 04 November 2012

BLOK 2 MODUL 1


Pembahasan Krisis Pelayanan Kesehatan di Pulau Tujuh melalui Berfikir Kritis dan Religious Worldview

                             
                                    Bona Ega 
                              NIM 102012233
F/F6
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Ukrida
Fakultas kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna Utara No.6, Jakarta Barat 11510
No. Telp (021) 5694-2061, e-mail : bonaegasitumorang@yahoo.com
 

Pendahuluan
Hampir semua daerah kepulauan di Indonesia mengalami nasib sama untuk peningkatan pelayanan kesehatan masyarakatnya. Sejumlah provinsi kepulauan mengalami kendala dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat yang membutuhkan sentuhan halus para pemberi pelayanan. Program alternatif untuk pemberantasan penyakit didaerahnya, jumlah tenaga medisnya yang bertugas dipulau terpencil sangat minim, walaupun sudah berupaya untuk menempatkan atau menyebarkan tenaga dokter ke daerah pulau-pulau terpencil. Kebanyakan tim medis menolak untuk ditempatkan di pulau terpencil. Sementara di pulau terpencil itu masyarat yang terserang penyakit lebih banyak dibandingkan perkotaan.
Berpikir kritis menuntut kita menangani masalah yang sejenis, yakni menangani masalah kesehatan di pulau terpencil. Pengembangan diri dalam keterampilan belajar juga menjadi suatu keharusan untuk mendapatkan hasil yang terbaik bagi semua pihak.
Manusia adalah makhluk yang diciptakan serupa dengan Tuhan dan manusia memiliki banyak manfaat dalam hidupnya yang terhormat. Manusia memiliki pedoman hidup atau prinsip yang dipegangnya teguh, ia adalah makhluk yang mandiri dan mampu berkomunitas yang sehat. Oleh karena itu, manusia adalah makluk social yang dapat terkena masalah namun mampu berpegang pada pedoman hidupnya.
            Dalam menghadapi setiap permasalahannya, manusia haruslah mampu berfikir kritis agar dapat memecahkan masalah tersebut dan mengetahui solusi apa yang harus dilakukan dalam menyelesaikannya. Metode 5W+1H (Where, When, Who, What, Why + How) adalah metode yang biasa dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi agar dapat menyelesaikannya dengan baik.
           
Dalam makalah ini akan dibahas secara singkat mengenai manusia menurut religious worldview dan berfikir kritis dalam menghadapi krisis pelayanan kesehatan yang terjadi di pulau terdepan Indonesia. Mengenai permasalahan apa yang terjadi disana dan bagaimana caranya untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Pembahasan
A.    Berpikir kritis
Berpikir kritis adalah suatu proses berpikir sistematik yang penting bagi seorang profesional dan merupakan suatu perkembangan kompleks yang berdasarkan pada pikiran rasional serta cermat.1
Berpikir kritis merupakan suatu aktifitas kognitif yang berkaitan dengan penggunaan nalar. Belajar untuk berpikir kritis berarti menggunakan proses-proses mental, seperti memperhatikan, mengkategorikan, seleksi dan menilai/memutuskan.
Kemampuan dalam berpikir kritis memberikan arahan yang tepat dalam berpikir dan bekerja dan membantu dalam menentukan keterkaitan sesuatu dengan yang lainnya dengan lebih akurat. Oleh sebab itu kemampuan berpikir kritis sangat dibutuhkan dalam pemecahan masalah / pencarian solusi, dan pengelolaan proyek.Pengembangan kemampuan berpikir kritis merupakan integrasi beberapa bagian pengembangan kemampuan, seperti pengamatan (observasi), analisis, penalaran, penilaian, pengambilan keputusan, dan persuasi. Semakin baik pengembangan kemampuan-kemampuan ini, maka kita akan semakin dapat mengatasi masalah-masalah/proyek komplek dan dengan hasil yang memuaskan.


B.     Keterampilan belajar
Keterampilan belajar adalah daya atau kemampuan untuk secepatnya mempelajari hal-hal yang baru.2 Dengan sendirinya, fasilitas yang memadai sedikit banyaknya akan menjadi pendorong terciptanya keterampilan belajar, hasrat dan kemampuan tinggi adalah yang utama dalam keterampilan belajar.2 Faktor-faktor pendukung ialah :
·         Faktor pengajar
·         Fasilitas belajar
·         Faktor kesehatan
·         Faktor sikap

C.     Skenario permasalahan
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kepri (Kepulauan Riau) Tjetjep Yudiana, tenaga dan peranan dokter keluarga sangat diperlukan di pulau terpencil. Contohya Pulau Tujuh, yang menjadi salah satu pulau terdepan di Kepri. Masyarakat di sana jika terkena penyakit dan ingin berobat, harus menempuh waktu 7-8 jam menggunakan perahu bermotor untuk mencapai lokasi kesehatan. Jika hanya penyakit biasa, mungkin masih bisa di selamatkan.
“Tapi bagaimana dengan pasien yang gawat darurat, apakah masih bisa bertahan,” jelas Tjetjep,kemarin.

D.    Analisis masalah
Dalam scenario B, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kepri (Kepulauan Riau) Tjetjep Yudiana, dapat disimpulkan bahwa 5w 1h yang terdapat dalam scenario adalah sebagai berikut :
·         Who: dalam hal ini siapa yang memiliki masalah (pemilik masalah)
Jawabannya adalah masyarakat
·         Where: dalam hal ini dimana terjadinya permasalahan ini
Jawabannya adalah di pulau terdepan di Kepri, Indonesia. (mis: Pulau Tujuh)
·         When: dalam hal ini kapan permasalahan ini terjadi
Jawabannya adalah setiap masyarakat di pulau tersebut terkena penyakit
·         What: dalam hal ini apa yang terjadi/ permasalahan apa yang dialami
Jawabannya adalah adanya permasalahan kurangnya tenaga dan peranan dokter di pulau, masalah ruang dan waktu, serta permasalahan financial.
·         Why: dalam hal ini mengapa permasalahan ini dapat terjadi
Jawabannya adalah karena letak pulau yang sangat terpencil dan terdepan di Indonesia.
·         How: dalam hal ini bagaimana cara mengatasi permasalahan yang ada
Jawabannya adalah dengan membuka rumah sakit/menyediakan ambulance helicopter/boat.

Religious Worldview
Sebuah pandangan dunia yang komprehensif (atau pandangan dunia) adalah orientasi kognitif fundamental individu atau masyarakat meliputi keseluruhan dari individu atau pengetahuan masyarakat dan point-of-view , termasuk filsafat alam, fundamental, eksistensial, dan normatif dalil-dalil, atau tema, nilai , emosi, dan etika. Istilah ini adalah teknik calque dari Jerman kata Weltanschauung [vɛlt.ʔan ˌ ʃaʊ.ʊŋ] ( mendengarkan ), terdiri dari Welt ('dunia') dan Anschauung ('pandangan' atau 'outlook').Ini adalah konsep fundamental ke Jerman filsafat dan epistemologi dan mengacu pada persepsi di seluruh dunia. Selain itu, mengacu pada kerangka ide-ide dan keyakinan di mana seorang individu, kelompok atau kebudayaan menafsirkan dunia dan berinteraksi dengan itu. 3
Keberagaman hidup berdasarkan nilai-nilai ketuhanan dapat di artikan bahwa di dunia ini terdapat macam-macam suku, agama, ras, adat dan lain-lain. Namun, kita tidak boleh membeda-bedakan dan tidak boleh menghina. Kita harus bisa saling mengasihi, menunjukkan sikap berdasarkan apa yang sudah di wahyukan Tuhan.

Pentingnya religius worldview :
·                        Membentuk orientasi hidup
              Pandangan dunia kita mengarahkan kehidupan kita. Landasan utama setiap agama adalah suatu pandangan dunia, dan setiap pandangan dunia mengarah ke agama. Suatu pandangan tentang alam cenderung membangkitkan reaksi religius di dalam kita karena kita perlu bergerak seirama dengan alam semesta. Penting bagi kita untuk mengarahkan kehidupan kita kepada sesuatu yang benar-benar penting dalam hakikat terdalam dari segala hal.
              Apabila di kaitkan dengan kasus di atas (masalah kesehatan di Pulau Tujuh, Kepulauan Riau) ini berartikan bahwa dalam permasalahan tersebut apabila solusi yang ada telah terealisasikan dengan baik, maka sudah mengarah ke kesehatan yang lebih baik dan tujuan untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut tentunya tercapai. Reaksi religiusnya ialah pergerakkan untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik dengan menyelesaikan masalah tersebut menggunakan solusi yang sudah ada. Dari hal tersebut pandangan sudah mengarah ke kehidupan kita tentang sesuatu yang benar penting yaitu kepentingan untuk mengatasi masalah kesehatan di pulau terpencil dan berartikan bahwa dalam konteks membangun orientasi hidup menekankan pentingnya akal atau solusi yang ada.


·                        Membangun kemandirian
              Dalam kehidupan bermasyarakat di Pulau Tujuh,Kepulauan Riau tentulah harus di bangun kemandirian yang kokoh. Hal ini dapat terwujud apabila terdapat pengenalan religius worldview secara benar kepada masyarakat. Dengan mengenal religius worldview mereka semakin bisa menghadapi kenyataan kehidupan mereka bahwa terdapat masalah kesehatan di daerah mereka.
              Apabila di kaitkan dengan kasus di atas ini berartikan bahwa saat mewujudkan solusi-solusi yang ada untuk penyelesaian masalah, masyarakat telah di beri dampingan untuk lebih kompak dan berinisiatif yang baik terhadap masalah yang terjadi di daerah mereka.

·                        Membangun komunitas yang sehat
              Kehidupan masyarakat adalah kehidupan dalam suatu komunitas. Untuk membangun komunitas yang baik di perlukan komunitas yang sehat. Komunitas yang sehat adalah dimana di dalam suatu komunitas tersebut ada keterbukaan satu dengan yang lainnya. Apabila terjadi suatu masalah, masalah tersebut di musyawarahkan hingga nanti terbentuk sebuah keputusan bersama.4



E.     Hipotesis
·         Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan.
·         Fasilitas yang kurang memadai.

F.      Sasaran pembelajaran
·         Berpikir kritis
·         Religius worldview



Kesimpulan
Di lihat dari sudut pandang berpikir kritis dan religius worldview, ke dua hal tersebut dapat membantu memahami dan mampu menyelesaikan suatu permasalahan.yang ada di pulau tujuh.


 






Daftar Pustaka
1.     Wong Donna L, Marilyn Hockenberry Eaton, David Wilson, Marilyn L.Winkelstein, Patricia Schwartz. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta 2009.
2.      Edward de Bono (2007). Rovolusi Berpikir. Bandung: PT Mizan Pustaka. Hal 204
4.      Ganda Yahya. Petunjuk Praktis Cara Mahasiswa Belajar di Perguruan Tinggi. GRASINDO, Jakarta 2008.
5.      Hidayat komaruddin. The Wisdom of Life ‘Menjawab Kegelisahan Hidup dan Agama’. PT.Kompas Media Nusantara, Jakarta 2008.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar